Ensiklopedia Peradaban Islam (10 Jilid)

www.ensiklopediatazkia.com - Display Ensiklopedia Peradaban Islam

Tidak dapat dipungkiri bahwa peradaban Islam adalah salahsatu peradaban yang paling unik. Ia terlahir paling muda, menyebar paling cepat, mencakup wilayah yang paling luas, dianut oleh sangat banyak jenis suku bangsa dan ras. Peradaban Islam juga muncul dalam berbagai aspek yang sangat beragam baik dalam bidang sastra, kaligrai, arsitektur, busana dan berbagai disiplin keilmuan.

Lebih dahsyat lagi saat semangat yang dikandung Al-Qur’an yang bersiat universal itu bertemu dengan budaya asal penganut Islam di seluruh penjuru dunia. Peradaban Islam kemudian mewujud dalam bentuk akulturasi yang sangat unik dan menawan yang inormasi dan pengetahuan tentangnya sangat menarik untuk diikuti.

Dengan banyaknya pusat peradaban Islam inilah maka penulis, Dr. Muhammmad Syafii Antonio, M.Ec dan Tim Tazkia mencoba untuk mengumpulkannya semampu batas ikhtiar mereka. Mereka berusaha untuk mengumpulkan informasi dan pengetahuan tentang pusat-pusat peradaban  Islam dengan menuliskannya dalam satu seri ensiklopedia yang diberi nama, “Ensiklopedia Peradaban Islam.” Ensiklopedia ini terdiri dari 8 Jilid dengan pembahasan sebagai berikut:

  1. Makkah

“Demi Allah (wahai Makkah) sesungguhnya engkau adalah sebaik-baiknya bumi Allah dan bumi yang paling Allah sayangi. Kalaupun tidak dipaksa keluar, maka aku tidak akan meninggalkan engkau.” (Hadits shahih HR Tirmidzi no. 3925, diucapkan Rasulullah SAW saat hijrah meninggalkan Makkah ke Madinah).

  1. Madinah

“Sesungguhnya Ibrahim telah mengharamkan (memuliakan) Makkah dan mendoakan penduduknya dan sesungguhnya aku mengharamkan Madinah sebagaimana Ibrahim telah mengharamkan Makkah. Dan sesungguhnya aku juga berdoa agar setiap sha’ dan mud (takaran dan timbangannya) diberkahi dua kali lipat dari yang didoakan Ibrahim untuk penduduk Makkah.” (HR Al Bukhori dan Muslim).

  1. Yerusalem

Sejarah mencatat masa terdamai Yerusalem adalah saat di depan Gereja Makam Suci Yesus Uskup Sophronius menyerahkan kunci kota Yerusalem kepada Khaliah Umar R.A. sementara saat terkelam adalaha saat Paus Urbanus II dalam consili Clermont, tahun 1905 berkotbah dengan teriakan, “Allah Menghendaki,” yang menandai mobilisasi Raja-raja Kristen Eropa untuk melakukan penyerangan terhadap Yerusalem.

  1. Damaskus

“Jika surge itu ada di bumi itulah Damaskus. Jika bumi itu ada di surga, maka Damaskus adalah penjelmaannya.” “Siapapun di dunia Barat yang mencari keberhasilan datanglah ke Damaskus untuk belajar. Sebab fasilitas disini melimpah.” (Ibnu Jubair, Tarikh Hayat Umar).

  1. Baghdad

“Baghdad seperti peta yang terkelupas, dan tetap, selalu tetap disana dalam ingatan. Tigris dan Eufrat mengalir seperti waktu yang mengalir. Kota ini seperti melawan kesementaraan sambil terus memahat tragedi. Tak henti-hentinya mementaskan drama tanpa jeda. Baghdad adalah padang tempat rintihan da tawa harus disulam berulang-ulang (T.Rahzen).

  1. Kairo

Lebih dari 330 Firaun telah memerintah Memmsir dalam 31 dinasti. Dengan peninggalan besarnya seperti Piramida dan dan Sphinx, 15 raja keturunan Ptolemy, kemunculan Cleopatra, Aleksander Agung dan Pemerintahan Romawi. Islam hadir di Kairo pada tahun 641 M. Di bawah pimpinan Amr Ibn Ash yang fondasinya dilanjutan Dinasti Fatimiyah, Ayyubiyah dan Turki Usmani. Kairo adalah gudangnya uama dan dapurnya buku-buku dengan Al-Azhar sebagai mercusuar ilmu dunia.

  1. Istanbul

Jika dunia ini adalah satu Negara, maka Istanbul adalah ibukotanya (Napoleon Bonaparte).

  1. Persia

Peradaban Islam Persia dibangun sarjana Syiah dan Sunni. Mereka adalah Al-Fargani, Al Farabi, Kamal Ad Din Al-Farisi, Ibrahim Al-Fazari, Al-Firdausi, Jabr Ibn Hayyan. Ulama Sunni mazhab Syafii Persia antara lain Imam al-Haramain al-Juwayni, al-Taftazani, Imam al-Bukhari, dan Imam al-Ghazali.

  1. Andalusan

“Kota tersebut (Cordova) dipenuhi oleh harta kekayaan yang dapat menyulaukan para pengelana dunia, para aristocrat. Kolam-kolam merkuri yang bersinar memantulkan sinar matahari melalui tembok marmer dan langit-langit dari emas. Pintu-pintu berukir dengan gading dan kayu eboni membawa kita ke hamparan taman-taman eksotik dan patung-patung yang terbuat dari marmer dan mutiara.” (Majalah The New York Time, 2005).

  1. Cina Muslim

Islam pertama kali dibawa ke Cina oleh Sahabat Saad Ibn Abi Waqqas, yang pernah datang bersama Ja’far Ibn Abi Thalib dan Wahb Abu Kabsha. Pada tahun 651 Saad diterima dengan baik oleh Kaisar Gaozong dari dinasti Tang. Atas dasar persahabatan dan menghargai kekuatan kaum muslimin, kaisar menyetujui pembangunan masjid pertama di Guangzhou yang dikenal dengan nama masjid Huaiseng atau memorial.

www.ensiklopediatazkia.com - Buku Ensiklopedia Peradaban Islam

 

Sumber: Ensiklopedia Tazkia

TokoEnsiklopediaIslam.com untuk Toko Online Ensiklopedia Islam Indonesia